Tuhan Setia Memimpin Hidupku Melalui Gagal Ginjal

Husin Kasim

Kesaksian ini adalah tentang bagaimana kasih dan penyertaan Tuhan memimpin hidup saya melalui masa-masa yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

April 2023. Saya didiagnosa gagal ginjal. Hasil pemeriksaan darah di laboratorium menunjukkan nilai kreatinin 6,71, eGFR dan ureum 100 mg/dL. Setelah melihat hasilnya, saya masuk dalam satu masa paling berat dalam hidup saya. Saya harus menerima kenyataan bahwa ginjal saya sudah tidak dapat bekerja dengan baik. Akhirnya saya harus memutuskan langkah untuk terapi cuci darah (Hemodialisis/HD) atau cuci perut (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis/CAPD).

Terapi cuci darah wajib dilakukan rumah sakit selama 2-3 kali seminggu, sedangkan terapi cuci perut dilakukan di rumah secara mandiri. Saya memutuskan untuk menjalani terapi CAPD saja.

Selama menjalani CAPD, saya harus belajar beradaptasi dengan rutinitas baru, yaitu menjaga kebersihan dengan disiplin dan hidup dengan berbagai keterbatasan. Namun di tengah perjalanan itu, Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Tuhan menguatkan saya melalui doa, firman-Nya, keluarga, serta para tenaga medis yang dengan setia mendampingi saya. Setiap hari saya belajar bahwa Tuhan tidak selalu mengubah keadaan dengan seketika, tetapi dia memberikan kekuatan baru untuk menjalani setiap proses.

Memasuki 2024, saya mendapat informasi melalui Youtube tentang seminar “proses gagal ginjal yang dilakukan HD, CAPD, ataupun transplantasi ginjal” yang menyebutkan transplantasi ginjal sebagai opsi terbaik. Saya juga mendapatkan informasi dari beberapa teman dan dokter yang membuat saya yakin untuk melangkah.

Di klinik, Tuhan menunjukkan kasih-Nya melalui banyak orang. Dokter dan perawat merawat saya dengan penuh perhatian, bahkan para petugas cleaning service selalu menyapa, memberi senyum dan memberi semangat. Hal-hal yang tampak sederhana itu menjadi penghiburan yang besar bagi saya. Saya percaya Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyatakan kasih-Nya.

Proses mencari informasi pendonor dari keluarga juga tidaklah mudah, tetapi singkatnya saya menemukan orang yang bersedia mendonorkan ginjalnya kepada saya. Saya sangat bersyukur, Tuhan membuka jalan dan menolong saya melalui tiap prosedur dan pemeriksaan yang lumayan panjang.

Oktober 2024, tim dokter menetapkan jadwal transplantasi ginjal. Namun, jadwal tersebut ditunda. Kadar natrium dalam darah saya turun karena kurang asupan garam, sehingga saya harus diopname. Akhirnya, proses transplantasi dijadwalkan di Desember 2024.

Dalam ibadah 1 Desember 2024, saat mengikuti perjamuan kudus, saya mendapatkan roti perjamuan yang bertuliskan ayat dari Yeremia 17:14a: “Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh; selamatkan aku, maka aku akan selamat. sebab Engkaulah kepujianku.” Ayat ini menguatkan dan meneguhkan iman saya untuk melangkah menjalani proses transplantasi ginjal tanpa cemas dan ragu.

Pada 2 Desember 2024, saya mulai menjalani karantina. Selama proses persiapan tersebut saya lebih banyak sendiri. Saat itulah saya lebih banyak berdoa dan berserah kepada Tuhan yang memegang kendali atas hidup saya.

Puji Tuhan! Operasi berjalan dengan baik. Saya bersyukur karena Tuhan memakai dokter, perawat, dan seluruh tim medis, termasuk pendonor dan semua orang yang terlibat sebagai alat-Nya, untuk memberikan pertolongan kepada saya.

Hari ini saya dapat berdiri dalam keadaan sehat. Saya menyadari bahwa kesehatan yang saya nikmati bukan karena saya sendiri, melainkan karena kasih karunia Tuhan. Melalui perjalanan ini saya belajar bahwa Tuhan selalu setia. Mungkin Dia tidak selalu menjawab doa sesuai waktu yang kita inginkan, tetapi Dia selalu bekerja pada waktu yang terbaik. Di balik setiap air mata, setiap pergumulan dan setiap proses yang harus dijalani, Tuhan sedang membentuk iman dan karakter kita.

Kiranya kesaksian ini menguatkan siapa saja yang sedang bergumul dengan sakit dan persoalan hidup apapun. Tetaplah berharap kepada Tuhan, karena Dia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan kasih setia-Nya tetap nyata sampai sampai hari ini.

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin.

***