Post Views: 12

Sepanjang paruh pertama 2026, kita telah mengulas perjalanan para murid Yesus sebagai bagian dari tema besar Christlikeness: Living Out the Jesus Way. Dimulai pada Februari 2026 di mana kita belajar dari Petrus, seorang murid yang pernah gagal, tetapi dipulihkan oleh kasih Tuhan, dan kemudian dipercaya menjadi pemimpin para rasul.

Pada bulan Maret, kita membahas Yakobus bin Zebedeus, yang dikenal dengan julukan Boanerges atau “anak guruh”. Meski memiliki karakter yang ambisius dan berapi-api, Tuhan memakainya hingga menjadi martir pertama di antara para rasul.

Di bulan berikutnya kita belajar tentang Yohanes bin Zebedeus, yang juga memiliki karakter Boanerges. Namun, melalui perjumpaannya dengan Kristus dalam jalan penderitaan (Via Dolorosa), ia diubahkan menjadi rasul yang dikenal karena kasihnya.

Lalu pada Maret 2026 kita membahas Simon orang Zelot dan Yakobus anak Alfeus. Melalui kehidupan mereka, kita melihat bagaimana Tuhan memakai orang-orang dengan latar belakang dan karakter yang berbeda, serta terus memproses dan membentuk mereka sesuai dengan panggilan-Nya.

Pembahasan mengenai perjalanan rasul Yesus masih akan terus berlanjut dalam bulan-bulan selanjutnya. Kita akan terus diperkaya dan diperlengkapi lewat bagaimana Tuhan membentuk tiap pribadi menjadi semakin serupa Kristus.

Juni: Andreas—Becoming a Hidden Missionary

Awal Juni lalu, kita belajar tentang Andreas. Seperti murid-murid lainnya, Andreas juga memiliki keunikan dan kelemahan. Salah satu gambaran terbesar tentang dirinya adalah sebagai jembatan yang menghubungkan banyak orang kepada Tuhan Yesus. Meskipun tidak banyak tampil di depan layar, Andreas memiliki peran penting dalam membawa orang lain datang kepada Kristus. 

Juli: Filipus – Becoming a Seen Apostle

Di awal Juli kita membahas Rasul Filipus. Meski telah lama mengikut Yesus, Filipus tetap mencari bukti yang nyata dan dapat dipahami secara logis. Karakter ini sering kali mencerminkan diri kita yang ingin melihat segala sesuatu secara jelas sebelum mempercayainya. Dalam hal ini, Filipus memiliki kemiripan dengan Tomas, tetapi dengan penekanan yang lebih kuat pada cara berpikir yang logis.

Agustus: Natanael  – Becoming a Sincere Apostle

Kita juga akan belajar tentang Natanael, seorang murid yang tulus. Dengan segala keunikan dan kelemahannya, Natanael dikenal sebagai pribadi yang memiliki hati yang murni dan kerinduan yang besar kepada Tuhan. Karena ketulusannya, Yesus menyebutnya sebagai seorang Israel sejati yang tidak memiliki kepalsuan.

Para Rasul sebagai Gambaran Jemaat Tuhan

Membahas perjalanan hidup para rasul, kita perlu mengingat untuk tidak memandang para rasul sebagai sosok yang begitu istimewa sehingga terasa jauh dari kehidupan kita. Sebaliknya, para rasul adalah orang-orang biasa yang dipakai secara luar biasa oleh Tuhan. Para rasul adalah gambaran dari jemaat Tuhan.

Dari seluruh kisah kehidupan para rasul, setidaknya ada dua benang merah yang bisa kita pahami. Pertama, para rasul merupakan orang biasa yang dipilih dan dipakai Tuhan. Demikian juga dengan kita sebagai jemaat. Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Persoalannya bukan terletak pada kemampuan kita, melainkan pada rencana Tuhan untuk memakai kita. Hidup kita seperti bejana di tangan Tuhan. Nilai sebuah bejana tidak terletak pada dirinya sendiri, tetapi pada siapa yang memakainya dan apa yang diisikan ke dalamnya.

Kedua, perjalanan para rasul memunculkan pertanyaan yang ditujukan kepada setiap kita: Apakah kita mau menyerahkan diri dan bersedia untuk dipakai Tuhan? Ketika kita bersedia menyerahkan hidup kepada-Nya, Tuhanlah yang akan membentuk, memproses, dan memakai kita. Dari sanalah kehidupan kita memperoleh makna dan nilai, sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan para rasul.

Tema gereja kita tahun ini, Living Out the Jesus Way, menekankan bahwa kehidupan mengikuti Yesus bukan sekadar untuk dipahami, melainkan harus dijalani. Para rasul belajar menghidupi jalan Yesus ketika mereka berjalan, tinggal, dan melayani bersama-Nya selama tiga tahun. Setelah Yesus naik ke surga, mereka dipakai Tuhan secara luar biasa untuk memberitakan Injil. Demikian juga dengan kita. Kita perlu tinggal bersama Tuhan Yesus seperti para rasul dahulu tinggal bersama-Nya. Dalam proses tersebut, Tuhan membentuk dan mengubah hidup kita sehingga kita semakin siap dipakai-Nya, baik sekarang maupun di masa yang akan datang.

Perubahan hidup para rasul tidak terjadi secara instan. Ada proses pembentukan yang harus dijalani. Hal ini sejalan dengan gerakan yang sudah kita mulai sejak dua tahun lalu, yakni Christlikeness

With Christ. Artinya, tinggal bersama Tuhan Yesus. Hal ini diwujudkan melalui ibadah Minggu, pembacaan firman Tuhan setiap hari, persekutuan CGF, dan kelompok-kelompok kecil yang membantu kita bertumbuh dalam iman.

Like Christ. Setelah tinggal bersama Kristus, kita belajar diubah dan dibentuk menjadi semakin serupa dengan-Nya. Sama seperti anggota keluarga yang saling mempengaruhi dan membentuk satu sama lain, demikian pula Tuhan membentuk karakter kita melalui berbagai proses kehidupan.

For Christ. Setelah tinggal bersama Kristus dan dibentuk oleh-Nya, kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kita menjadi garam dan terang dunia yang membawa dampak bagi lingkungan sekitar serta memuliakan nama Tuhan melalui kehidupan kita.

Melalui perjalanan para rasul, kita belajar bahwa Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Tuhan mencari orang yang bersedia berjalan bersama-Nya, dibentuk oleh-Nya, dan dipakai untuk tujuan-Nya. Sebagaimana para rasul mengalami proses tersebut, demikian pula setiap jemaat dipanggil untuk terus bertumbuh dalam perjalanan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

***

*) Pewawancara dan penulis: Jessica Lowell